Showing posts with label Jantung. Show all posts
Showing posts with label Jantung. Show all posts

Sunday, August 16, 2009

Minyak Ikan dan Sayur Cegah Serangan Jantung

Minyak ikan dan minyak sayur diyakini dapat membantu menjaga resiko serangan jantung pada pria dan wanita dewasa. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang menyatakan mengkonsumsi asam lemak omega 3 yang bersumber dari minyak ikan dan minyak sayur setiap hari diyakini dapat dengan cepat mengurangi resiko serangan jantung mendadak.

Menurut sebuah tim penelitian dari Atlanta, Boston dan Meksiko kunci utama detak jantung yang sehat atau yang dikenal dengan heart rate variability (HRV) berkembang cepat dan baik pada mereka yang berumur 60 tahun atau lebih setelah mengkonsumsi suplemen minyak ikan dan minyak sayur.

Penelitian yang dimuat dalam terbitan Chest edisi April ini berharap suplemen minyak ikan dan sayur bisa menjadi ingredient utama bersama olahraga, manajemen stress, penurunan berat badan dan kebiasaan tidur sehat untuk menjaga dan memelihara fungsi jantung yang sehat di "usia emas."

Namun demikian kepala penelitian Dr. Fernando Holguin dari Emory University School of Medicine, di Atlanta menegaskan perlu adanya penelitian lebih jauh dan mengingatkan tak seorangpun perlu bergegas pergi ke toko obat untuk membeli minyak ikan atau minyak sayur.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Vitamin C Kurangi Resiko Penyakit Jantung pada Wanita

Peranan vitamin C dalam mencegah penyakit jantung telah menjadi perdebatan dunia penelitian selama bertahun-tahun. Dan perdebatan itu akan segera berakhir ketika sebuah penelitian baru berhasil menemukan manfaat protektif vitamin C.

Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology mengungkapkan konsumsi suplemen vitamin C dapat mengurangi resiko penyakit jantung.

Penelitian yang dilakukan para peneliti di Harvard School of Public Health menemukan wanita yang mengkonsumsi vitamin C lebih dari 369 miligram perhari hampir 30 persen kecil kemungkinan memiliki resiko penyakit jantung.

Penyakit jantung adalah penyakit yang dipengaruh banyak faktor seperti merokok, diabetes, olahraga, suplemen vitamin E dan aspirin karena itu konsumsi vitamin C bukan satu-satunya cara.
Dalam penelitian ini tidak ditemukan pengaruh besar dari jumlah dosis suplemen, artinya lebih banyak konsumsi vitamin C belum tentu lebih baik. Pimpinan penelitian Dr. Stavroula Osgian tidak menyebutkan mengapa vitamin C memiliki sifat perlindungan namun diduga zat antioksidan yang memiliki peran.

Agar dapat melindungi diri dari penyakit jantung selain konsumsi vitamin C juga harus dibarengi dengan multivitamin setiap hari, menjaga makanan dan gaya hidup yang sehat.


Baca Artikel Lengkapnya Disini

Kalisum juga baik bagi Jantung

Kalsium adalah mineral yang terbanyak terdapat dalam badan kita iaitu lebih dari 90% bahan keras dalam tulang dan gigi. Diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi selain itu juga untuk pembekuan darah, dan kontraksi otot. Peranan penting kalsium ialah mencegah penyakit osteoporasis.

Kalau selama ini para ibu dianjurkan agar minum susu berkalsium demi terhindar dari osteoporosis! Maka sekarang para bapak sebaiknya juga dianjurkan hal yang sama agar minum susu berkalsium. Kenapa?

Selama ini kita selalu beranggapan bahwa kalsium baik untuk tulang. Kenyataan seperti itu memang tidak bisa disanggah, walau sebenarnya bukan hanya itu saja Kalsium, menurut peneliti, juga bisauntuk mencegah penyakit jantung dan stroke.

Sebuah penelitian selama 25 tahun oleh Bristol University membuktikan bahwa susu dapat melindungi penyakit jantung, kanker dan stroke. Penelitian yang melibatkan 5700 pria di Skotlandia yang berumur 35 dan 64 tahun ditemukan bahwa mereka yang minum satu liter susu per hari 8 persen kecil kemungkinan berkembang penyakit jantung dibanding mereka yang minum kurang dari satu liter.

Mengkonsumsi satu tablet kalsium setiap hari bisa mempengaruhi tingkat kolesterol seseorang dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan serangan stroke.

Sayuran daun hijau dan kacang-kacangan termasuk sumber kalsium yang dianjurkan, termasuk hasil olahan kedelai. Seperti bayam, sawi, daun kacang panjang, daun pepaya, daun singkong, daun labu, daun melinjo, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo alias kacang tunggak, kedelai, tempe, oncom, dan tahu. Sekalipun mudah diperoleh, jali dan wijen nyaris tak pernah diolah di dapur. Padahal, kandungan kalsiumnya sangat tinggi! Lagi pula cita rasanya sangat lezat jika dibuat bubur, nogat, bahkan kue kering.

Menaburkan wijen sangrai ke atas sayuran tumis siap saji dapat menambah gurih sekaligus memperkaya kandungan kalsiumnya. Ikan yang dimakan bersama tulangnya termasuk sumber kalsium yang dapat diandalkan. Seperti ikan teri, rebon, belut, ikan sarden kalengan, ikan pindang duri lunak.

Bahan makanan hewani lainnya yang kaya kalsium adalah susu, kuning telur, dan daging sapi. Sayangnya, jika dikonsumsi berlebihan bahan hewani ini, terutama daging sapi, bisa menghambat penyerapan kalsium, karena kadar proteinnya tinggi. Kandungan proteinnya yang tinggi akan meningkatkan keasaman (pH) darah. Guna menjaga agar keasaman darah tetap normal, tubuh terpaksa menarik deposit kalsium (yang bersifat basa) dari tulang, sehingga kepadatan tulang berkurang. Karena itu, sekalipun kaya kalsium, makanan hewani harus dikonsumsi secukupnya saja. Jika berlebihan, justru dapat menggerogoti tabungan kalsium dan mempermudah terjadinya keropos tulang.

Menurut para peneliti di Sekolah Kedokteran Auckland, Selandia Baru, seorang wanita yang mengkonsumsi satu gram kalsium tambahan setiap hari selama setahun,
akan mengalami peningkatan 7% kolesterol baik (High Density Lipoprotein atau HDL) dan penunuran 6% kolesterol jahat (Low-density Lipoprotein atau LDL).

Sebagaimana dilansir New Zealand Herald, LDL bisa mengendap di dinding arteris, sehingga menyebabkan penyempitan dan mengakibatkan penyakit jantung atau stroke. Sedangkan HDL menghilangkan kolesterol jahat dari aliran darah.

Penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab 40% kematian di Selandia Baru dan merupakan pembunuh terbesar negara itu.

Profesor Ian Reid, yang memimpin penelitian di Auckland mengatakan tingkat perubahan pada keseimbangan kolesterol bisa mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung di kalangan wanita pasca menopause 20 hingga 30%.

Kalau menyangkut masalah kematian, kalsium tampaknya lebih bermanfaat pengaruhnya terhadap jantung daripada ke tulang, katanya. Kalau biasanya tambahan kalsium diberikan untuk memperlambat pengeroposan tulang pada wanita menopause, maka sebaiknya diberikan untuk mengurangi kematian karena penyakit
kardiovaskular.

Penelitian ini membenarkan perlunya diberikan tambahan kalsium pada semua orang, termasuk kaum pria.

Tetapi sayangnya Yayasan Jantung Nasional Selandia Baru menganggap bahwa bukti-bukti yang dikemukakan belum cukup kuat untuk menyarankan orang mengkonsumsi kalsium tambahan untuk mengatasi tingkat kolesterol mereka.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Gigi Dapat Menyebabkan Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di negara maju. Di AS saja diperkirakan 12,4 juta orang menderita penyakit ini dan 1,1 juta orang akan terkena gangguan jantung serius tahun ini.
Tahun 2000, 16,7 juta penderita meninggal karena penyakit ini, atau sekitar 30,3% dari total kematian di seluruh dunia. Lebih dari setengahnya dilaporkan dari negara berkembang. DI Indonesia, prevalensi penyakit jantung dari tahun ke tahun terus meningkat.
Di samping faktor risiko klasik (merokok, obesitas, kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, kurang aktivitas, diabetes mellitus, stres), hasil penelitian akhir-akhir ini menyebutkan bahwa reaksi peradangan (inflamasi) dari penyakit infeksi kronis mungkin juga menjadi faktor risiko. Meskipun begitu, hanya penyakit gigi kronis yang terbukti terkait dengan penyakit jantung.

Mekanisme penyebaran
Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain dapat dijelaskan lewat teori fokal infeksi.
Fokal infeksi adalah infeksi kronis di suatu tempat dan memicu penyakit di tempat lain. Racun, sisa-sisa kotoran, maupun mikroba penginfeksi bisa menyebar ke tempat lain di tubuh seperti ginjal, jantung, mata, kulit. Dampak penyakit gigi pada jantung dapat berupa penyakit jantung koroner, peradangan otot, serta katup jantung (endokarditis).
Bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi enzim yang mempercepat terbentuknya bekuan darah sehingga mengeraskan dinding pembuluh darah jantung (aterosklerosis). Bakteri dapat juga melekat pada lapisan (plak) lemak di pembuluh darah jantung dan mempertebal plak. Semua itu, menghambat aliran darah serta penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung, sehingga jantung tak berfungsi semestinya.
Gejala awal dapat berupa nyeri dada, meliputi rasa seperti terbakar, tertekan, dan beban berat di dada kiri, yang dapat meluas ke lengan kiri, leher, dagu, dan bahu. Nyeri dada juga terasa di bagian tengah dada selama beberapa menit. Setelah kejadian biasanya diikuti rasa mual, muntah, pusing, keringat dingin, tungkai serta lengan menjadi dingin, napas terengah-engah, dan sesak napas.
Angina berkepanjangan akan menjurus ke serangan jantung (miokard infark). Namun sering kali penyakit jantung koroner berlangsung tanpa adanya gejala, ia tidak menimbulkan masalah sampai keadaannya sudah parah.
Kemungkinan lain, reaksi peradangan yang disebabkan oleh penyakit gigi meningkatkan pembentukan plak yang memacu penebalan dinding pembuluh darah. Penelitian menunjukkan, orang dengan penyakit gigi mempunyai risiko dua kali lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.


Endokarditis
Bakteri yang ditemukan pada plak gigi merupakan salah satu faktor penyebab endokarditis.
Bakteri di lubang gigi maupun gusi yang rusak dapat masuk ke dalam sirkulasi darah lewat gusi yang berdarah. Bakteri ini dengan mudah menyerang katup jantung maupun otot jantung yang telah melemah. Gejalanya berupa demam, bising jantung, perdarahan di bawah kulit, bahkan embolisasi (penyumbatan) pembuluh darah kecil di organ-organ tubuh lainnya.
Meskipun jarang, penyakit ini dapat berakibat fatal dan kadang kala memerlukan operasi katup jantung darurat. Selain itu juga sangat dianjurkan pemberian antibiotika sebagai profilaksi pada orang yang menderita prolaps katup jantung, penyakit jantung rematik dan kelainan jantung bawaan, sebelum mendapatkan tindakan pengobatan gigi.
Karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, perlu perawatan gigi yang baik dan pemeriksaan gigi secara berkala. Cara pencegahan terbentuknya karang gigi cukup sederhana, yaitu dengan rajin dan teliti membersihkan gigi secara baik dan benar. Penggosokan pada lidah selama 30 detik juga terbukti mengurangi jumlah bakteri dalam mulut.
Brosur cara menyikat gigi yang baik dan benar dapat diperoleh dengan mudah di setiap tempat praktik dokter gigi. Pemakaian dental floss (benang gigi) juga amat penting untuk membersihkan daerah- daerah yang sulit terjangkau oleh sikat gigi, terutama daerah antargigi dan juga pada gigi-gigi yang berjejal.*

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Metode untuk mendiagnosis tekanan darah tinggi

Diagnosis tekanan darah tinggi dimulai saat dokter mengumpulkan riwayat medis pasien. Dokter akan menanyakan mengenai gangguan yangn berhubungan dengan jantung dalam keluarga pasien ( misalnya tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner). Dokter juga akan menanyakan mengenai gaya hidup pasien seperti diet, olahraga dan stess.

Setelah mendapatkan riwayat kesehatan yang lengkap, dokter akan melengkapinya dengan pemeriksaan fisik, yang akan meliputi pemeriksaan tekanan darah pada kedua lengan pada saat berbaring dan berdiri. Pada beberapa kasus, dokter akan meminta pasien untuk mengukur tekanan darahnya sendiri di rumah dan membuat catatan harian mengenai tekanan darahnya tersebut. Strategi ini akan membantu dalam menentukan pola tekanan darah pasien yang normal dan menyingkirkan ”hipertensi jas putih“ (hipertensi yang disebabkan oleh kecemasan saat berada dalam kantor dokter yang mengenakan jas putih). Nampak pula bahwa orang dewasa usia 65 tahun atau lebih tua , tekanan darah akan menurun 2 jam setelah makan. Hal ini kemungkinan disebabkan ketidakakuratan pembacaan tekanan darah jika dilakukan pada saat itu. Pembacaan tekanan darah juga dipengaruhi bila pasien minum kopi atau merokok 30 menit sebelum dilakukan pengukuran. Pasien juga sebaiknya pergi ke kamar mandi sebelum pengukuran karena kandung kemih yang penuh dapat merubah pembacaan tekanan darah.

Tekanan darah diukur dengan meletakkan manset (yang terhubung dengan manometer air raksa) pada lengan atas dan dengan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan arteri brakhial yang terletak pada sebelah dalam siku pada lengan atas yang bersangkutan.
Manset kan dipompa penuh sampai aliran darah akan berhenti singkat. Kemudian manset akan dikempiskan perlahan sehingga aliran darah kembali semula. Pada saat udara dalam manset dikeluarkan, pemeriksa akan mengamati ketinggian air raksa yang turun perlahan pada manometer air raksa dan menunggu sampai terdengar denyut jantung. Angka yang tepat pada saat denyutan pertama adalah menunjukkan tekanan sistolik. Ketika manset makin mengempis, ketinggian air raksa akan makin menurun dan saat bunyi denyut jantung terdengar terakhir kali, angka pada manometer air raksa tersebut adalah tekanan diastolik. Alat pemeriksa tekanan darah lainnya dapat juga digunakan. Beberapa orang menggunakan alat pengukur tekanan darah digital.

Monitor tekanan darah yang bisa dipercaya dapat didapatkan bagi mereka yang tertarik untuk memonitor tekanan darah mereka sendiri atau anggota keluarga mereka yang lain. Saat menggunakan alat monitor ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kualitas alat tersebut. Secara umum monitor digital ini merupakan yang termudah dan paling dapat dipercaya namun memerlukan pengecekan secara berkala dengan menggunakan sphygmomanometer. Para peneliti juga mentes monitor tekanan darah 24 jam, dengan studi awal difokuskan pada penderita tekanan darah tinggi yang mempunyai risiko tinggi untuk serangan jantung.

Menurut American Heart Association, alat pengukur tekanan darah otomatis yang banyak dijumpai di tempat umum (misalnya toko obat atau apotik) sebaiknya tidak dianggap sebagai alat yang akurat. Alat-alat ini seringnya tidak terawat dengan baik dan dapat memberikan hasil yang tidak akurat pada kebanykan individu.

Monitor tekanan darah ambulatori mengungkapkan bahwa pada individu normal, tekanan darah tertinggi dialami saat pagi hari dan akan menurun pada malam hari ( juga disebut fenomena ”dipping”). Bila tidak ditemukan fenomena ini, maka disebut abnormal dan sudah dihubungkan dengan peningkatan risiko komplikasi di otak dan jantung pada pasien dengan atau tanpa hipertensi sebelumnya.

Setelah pemeriksaan fisik , beberapa tes dapat dikerjakan termasuk diantaranya:

1. Urinalisis dan beberapa tes darah (misalnya elektrolit dan zat buangan) untuk menyingkirkan gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan gula darah dan profil lemak lengkap termasuk kadar kolesterol dan trigliseride juga disarankan dilakukan. Tes darah lainnya seperti fungsi tiroid dan jumlah sel darah putih, termasuk kalsium dan kadar fosfat.
2. Elektrokardiogram (EKG) yang dapat mengukur aktivitas listrik jantung. Dengan menganalisa hasil EKG, dokter dapat adanya gangguan jantung yang dapat berhubungan dengan hipertensi ( misalnya hipertrofi bilik jantung kiri) yang dapat terjadi sebagai akibat proses yang sudah berlangsung lama, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan doppler juga mendeteksi kelainan relaksasi jantung (disfungsi diastolik) sebagai komplikasi dari hipertensi.
3. Ekokardiogram, menggunakan gelombang suara ultra untuk visualisasi struktur dan fungsi jantung. Tes ini juga dipakai untuk mencek gangguan jantung lainnya seperti hipertrofi bilik jantung kiri.
4. Pemeriksaan foto roentgen dada untuk menyingkirkan pembesaran jantung.

Ketika diagnosis telah dibuat dan masalah serius lainnya (misalnya gangguan fungsi ginjal) telah disingkirkan, dimulailah pengobatan. Meski demikian tekanan darah yang sangat tinggi memerlukan tes tambahan untuk menyingkirkan sebab yang tidak biasa. Sebagai contoh doppler sonogram ginjal atau scan dapat dilakukan untuk menilai hipertensii yang berhubungan dengan penyakit ginjal atau disebabkan penyempitan arteri ginjal. Juga, tes urin 24 jam mungkin diperlukan untuk menyingkirkan gangguan endokrin seperti penyakit Cushing atau pheochromocytoma.

Tekanan darah tinggi dapat terjadi baik pada dewasa maupun anak-anak. Beberapa orang mungkin dapat pula didiagnosis menderita keadaan yang sebaliknya yaitu tekanan darah rendah (hipotensi). Meski beberapa orang dengan tekanan darah tinggi tidak memerlukan obat mereka dapat mengontrol faktor risiko (misalnya berat badan), kebanyakan orang memerlukan terapi jangka panjang dengan obat-obatan.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Penyebab Serangan Jantung dan Stroke


Serangan jantung dan stroke adalah dua jenis yang mematikan. Penyebab kedua penyakit ini adalah gangguan peredaran darah atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan sebutan penyakit Vascular Aterosklerotik.
Ada dua penyebab serangan jantung dan stroke, yaitu proses Aterosklerosis dan Trombosis.

Ateroskleoris adalah proses penyempitan pembuluh darah kerena penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah. Kadar lemak dalam darah abnormal ditandai dengan kadar cholesterol total, cholesterol LDL, trigliserida, Apo B dan Lp(a) dalam darah yang tinggi serta kadar cholesterol HDL dalam darah yang rendah, merupakan pangkal mula terjadinya aterosklerosis.

Trombosis terjadi karena plak aterosklerosis yang banyakmengandung lemak, bersifat rapuh. Plak dapat rontok bila aliran darah mengalir deras karena tekanan darah yang tinggi atau bila pembuluh darah mengerut karena stress. Rontokan plak akan terbawa aliran darah dan bila sampai pada pembuluh darah yang kecil –misalnya otak, dapat menyebabkan pemyumbatan yang akhirnya menyebabkan stroke.

Plak yang rontok dapat meninggalkan luka pada dinding pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan. Untuk menghentikan proses pendarahan fibrinogen (salah satu faktor yang berperan dalam proses pembekuan darah) diubah menjadi benang-benang fibrin sehingga terbentuk bekuan darah yang menutupi luka tersebut. Timbunan bekuan darah akan semakin mempersempit bahkan menyumbat alian darah. Bila hal ini terjadi pada pembuluh darah koroner maka akan terjadi penyakit jantung koroner atau serangan jantung.

Faktor resiko lainnya sebagai penyebab serangan jantung dan stroke adalah sindroma resistensi insulin yang ditandai dengan akdar glukosa darah dan insulin yang tinggi, sindroma anti fosfolipid yang ditandai dengan kadar ACA IgA yang tinggi, hiperhomocysteinemia dan proses peradangan yang sifatnya kronik dan sub klinik.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Dokter Gigi Perlu Tahu Kondisi Jantung Anda

Untuk Anda yang memiliki masalah dengan jantung atau pernah menjalani operasi jantung dan sedang mengalami sakit gigi, sebelum berobat, pastikan dulu dokter gigi mengetahui kondisi jantung Anda. Kenapa?

Ketika gigi Anda diobati dan terjadi pendarahan di mulut, bakteri pada mulut akan berjalan-jalan dengan bebasnya menuju jantung Anda. Untuk mereka yang punya penyakit jantung kondisi ini menyebabkan beberapa resiko seperti endocarditis –peradangan serius di jaringan atau katup jantung.

Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) dan Asosiasi Dokter Gigi Amerika (American Dental Association) menerbitkan buku panduan untuk membantu sekaligus melindungi pasien yang memiliki resiko terjangkit bacterial endocarditis. Buku ini merekomendasikan penggunaan antibiotik sebelum perawatan gigi, berdasarkan kondisi medis dan perawatan gigi yang akan mereka terima.

Tindakan premedication – penggunaan antibiotik sebelum perawatan- perlu dilakukan dalam prosedur perawatan gigi seperti pembersihan gigi, extractions; pengirisan dan drainase yang terinfeksi lisan jaringan, serta tindakan beberapa jenis suntikan, dan beberapa operasi gigi.

Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang harus diketahui dokter gigi sebelum melakukan pengobatan terhadap gigi;

- Melakukan operasi jantung enam bulan sebelumnya.
- Melakukan operasi vaskular enam bulan sebelumnya
- Memakai alat pacu jantung
- Memiliki sejarah demam rematik
- Memiliki sejarah penyakit hati
- Pernah terjangkit bakteri endocarditis
- Memiliki penyakit jantung bawaan
- Menderita disfungsi valvular
- Terdiagnosa penyakit jantung lainnya

Ada baiknya dokter gigi Anda berkonsultasi dengan dokter atau kardiolog langganan Anda untuk menentukan antibiotika yang tepat untuk Anda. Catat baik-baik obat yang Anda konsumsi dan ikuti petunjuk pemakaian dosis dan frekuensi obat.


Baca Artikel Lengkapnya Disini

Gejala dan Tanda-Tanda Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi secara mendadak, sehingga tak jarang orang yang terkena serangan jantung tak dapat ditolong. Sebenarnya, serangan jantung memiliki gejala dan tanda-tanda, namun banyak yang tak menyadarinya atau bahkan menganggap terkena jenis penyakit lainnya. Angin duduk, yang banyak dikenal masyarakat sebenarnya adalah serangan jantung. Berikut gejala dan tanda-tanda serangan jantung.

Rasa tertekan seperti ditimpa beban berat, rasa sakit, terjepit atau terbakar di dada. Perasaan ini bisa menjalar ke seluruh dada, bahu kiri, lengan kiri, punggung, leher bawah dan rahang leher bawah. Lama kelamaan dirasakan seperti tercekik atau sesak yang berlangsung selama 20 menit disertai keringat dingin, rasa lemas, dan berdebar bahkan, terkadang diikuti dengan pingsan. Serangan jantung sering terjadi di pagi hari.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Apakah Anda Kelebihan Berat Badan

Semua orang ingin memiliki berat badan yang ideal. Karena dengan memiliki berat badan yang ideal, kita merasa percaya diri, badan terasa sehat dan tentunya terhindar dari berbagai macam penyakit. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki berat tubuh yang ideal, mari uji berat badan Anda.

Apakah Anda kelebihan berat badan?

Perhatikan makanan yang Anda konsumsi. Kelebihan berat badan atau kegemukan disebabkan bila makanan yang dikonsumsi mengandung energi yang melebihi kebutuhan tubuh. Kelebihan energi tersebut akan disimpan tubuh sebagai cadangan energi dalam bentuk lemak yang menyebabkan seseorang menjadi gemuk.

Apakah Anda memiliki tubuh seperti pir?

Pada umumny perempuan memiliki bentuk tubuh seperti buah pir karena timbunan lemak lebih banyak berada disekitar pinggul. Orang yag memiliki tubuh seperti ini memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, hipertensi dan kencing manis dibandingkan dengan orang yang memiliki tubuh seperti buah apel.

Apakah Anda memiliki tubuh seperti buah apel?

Bentuk tubuh seperti buah apel biasanya dijumpai pada laki-laki. Bentuk tubuh seperti ini disebabkan karena konsentrasi lemak terdapat disekitar pinggang. Orang yang memiliki bentuk tubuh seperti ini berisiko tinggi terkena penyaki tjantung, hipertensi dan kencing manis.

Ikuti serangkaian ujian dibawah ini untuk mengetahui apakah diri Anda kelebihan berat badan atau terlalu gemuk atau tidak.

1. Berkacalah

Berkacalah didepan cermin dan lihat apakah Anda tampak gemuk?

2. Cubitlah

Cubitlah kulit disamping pinggang atau bagian bawah lengan Anda. Bila lipatannya lebih tebal dari 2,5 cm maka kemungkinan Anda kelebihan lemak.

3. Indeks Masa Tubuh (IMT)

Dihitung dengan rumus berat badan (kg) / tinggi badan (m). Perhitungan IMT ini kerap kali dilakukan karena berkaitan erat dengan kandungan lemak tubuh dan sebagai indikasi risiko terjangkit penyakit penyerta.

4. Bentuk Tubuh (Perbandingan Pinggang Panggul)

Perbandingan pinggang –panggul (Waist_Hip Ratio / WHR) menunjukkan dimana lemak tubuh Anda terkumpul. Meskipun bentuk tubuh Anda tidak bisa diubah, namun Anda bisa mengurangi lemak pada tubuh Anda. Perbandingan WHR (ukuran pinggang : ukuran panggul) yang ideal adalah 1:1 atau kurang untuk laki-laki dan 0,8: 1 atau kurang untuk perempuan.


Turunkan kelebihan berat badan atau kegemukan Anda

Setelah menguji diri Anda sendiri, sekarang Anda bisa melihat apakah Anda Kelebihan berat badan atau tidak. Bila Anda kelebihan berat badan, kini saatnya Anda menurunkan berat badan. Alasannya, bila Anda kelebihan berat badan atau terlampau gemuk maka penampilan jadi kurang menarik, lamban, berisiko terserang berbagai penyakit seperti jantung koroner, darah tinggi, kencing manis dan berbagai macam penyakit lainnya.

Cara menurunkan berat badan

1. Diet

Diet yang benar adalah makan 2-3 kali sehari secara teratur dengan gizi seimbang.

Kurangi makanan yang mengandung sumber energi .

Kurangi makanan berenergi tinggi seperti makanan berminyak, berlemak dan bersantan.

Kurangi makanan yang manis.

Perbanyak makanan yang mengandung serat seperti sayur dan buah.

Hindari minuman alkohol.

2. Olahraga

Olahraga secara teratur minimal 3 kali seminggu. Cukup berolahraga semalam setangah sampai satu jam agar badan tetap fit.

Olahraga sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan Anda.

Tingkatkan kegiatan fisik sehari-hari.

3. Perubahan perilaku

Bulatkan tekad Anda dalam usaha menurunkan berat badan dengan motivasi dan disiplin tinggi.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Faktor Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung bisa disebabkan oleh risiko yang tidak dapat dihindari dan fakor risiko yang dapat dihindari. Berikut adalah paparannya.

Faktor risiko yang tidak dapat dihindari

1. Usia
Penyakit jantung umumnya berkaitan dengan bertambahnya usia. Biasanya seseorang yang berusia lanjut lebh mudah terkena serangan jantung dibandingkan dengan yang usianya muda. Lebih dari 80% orang yang meninggal dikarenakan serangan jantung pada orang yang usianya diatas 60 tahun.

2. Jenis Kelamin
Diperkirakan ada perbedaan risiko berpenyakit antara pria dan wanita pada usia muda. Wanita secara alami memproduksi hormon estrogen maka berisiko rendah terkena serangan jantung dibandingkan pria. Perbedaan ini akan hilang saat wanita mengalami menopause, wanita berisiko terkena penaykit jantung yang sama dengan pria.

3. Riwayat Keluarga
Riwayat penyakit jantung koroner menurun dalam keluarga. Selain faktor gen, penyakit jantung koroner juga dipengaruhi gaya hidup seperti merokok, pola makan, kurang olahraga dan stress. Dalam beberapa kasus gen, hal ini tidak merupakan akhir pengembangan penyakit jantung. Hasil penelitian tentang gen penyakit jantung oleh Framingkan didapatkan bahwa menghindari faktor-faktor risiko yaitu dengan mengubah pola hidup dengan pola hidup sehat sejak muda supaya risiko penyakit jantung bisa dihindari.

Faktor risiko yang dapat dihindari

1. Tingginya kadar kolesterol dalam darah.
Hasil penelitian menemukan bahwa seseorang yang mempunyai kadar kolesterol lebih dari 300mg/dl, mempunyai kecenderungan terkena penyakit jantung koroner empat kali lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai kadar kolesterol dibawah 200 mg/dk.

2. Hipertensi
Proses atherosclerosis lebih mudah terjadi pada penderita hipertensi. Pria yang memiliki hipertensi berisiko atherosclerosis lebih tinggi dibandingkan wanita.

3. Diabetes
Diabetes melitus pada penderita jantung dapat meningkatkan angka kematian sampai dua kali lipat. Pengaruh ini lebih banyak terjadi pada wanita penderita diabetes mellitus yang lebih sering mengalami gangguan fungsi pompa jantung atau gagal jantung.

4. Merokok
Risiko terkena penyakit jantung koroner atau meninggal akibat jantung koroner adalah dua sampai lima kali lipat lebih besar daripada bukan perokok.

5. Diet
Diet tinggi kalori, tinggi lemak (lemak jenuh), kolesterol, gula dan garam mempertinggi risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

6. Kegemukan
Kegemukan sering disertai dengan peningkatan jumlah kolesterol dalam darah. Hipertensi, diabetes mellitus dan kegemukan mempunyai andil dalam proses terjadinya penyakit jantung koroner. Berat badan dapat dikontrol melalui IMT (Indeks Masa Tubuh). Rumusnya: IMT sama dengan berat badan (kg) dibagi tinggi badan x tinggi badan.
Jika hasil yang didapat adalah:
- <> 27 berarti obesitas

Kelebihan berat badan dapat diatur dengan mengurangi kalori menjadi 1500 kalori sehari disertai dengan olahraga teratur. Pola makan seimbang diterapkan untuk mempertahankan berat badan ideal.

7. Kegiatan jasmani dan olahraga
Beberapa hasil penelitian yag dilakukan di Amerika Serikat membuktikan bahwa kurangnya kegiatan jasmani dan olahraga mempertinggi risiko terkena penyakit jantung koroner.

8. Stres
Faktor ini sangat mempengaruhi terjadinya penyakit jantung kornoer, misalnya serig terjadi pada orang yang sibuk.

Cara untuk menghindari yaitu menjauhi hak-hal yang dapat mengakibatkan penyakit tersebut, seperti berhenti merokok, nindari stress, makan makanan seimbang rendah kolesterol dan lemak terbatas, olahraga secara rutin.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Berjalan Kaki Untuk Mencegah Penyakit Jantung

Cara sederhana mencegah penyakit yang tergolong berat bernama jantung adalah dengan melakukan olahraga ringan, berjalan kaki. Berjalan kaki dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi resiko serangan jantung. Berikut paparan cara melakukan olahraga ini agar Anda menuai keuntungan dari situ.

Jika ingin memiliki jantung yang sehat, segera kencangkan tali sepatu Anda, dan mulailah berjalan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan New England Journal of Medicine diketahui bahwa hanya dengan melakukan jalan ringan selama 2 1 / 2 jam seminggu Anda dapat memotong sepertiga resiko serangan jantung dan stroke. Aktifitas berjalan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah Anda. Jika Anda lebih lama lagi berjalan -5 jam dalam seminggu- resiko serangan jantung dapat terpangkas hingga setengahnya.

Sehari, cukup 30 Menit

Stephen Sinatra, M.D., Kardiolog pada Eastern Connecticut Health Network, Manchester dan juga penulis buku ‘Lower Your Blood Pressure in Eight Weeks’ (Ballantine, 2003) menyatakan, 30 menit sehari selama lima atau enam hari adalah cara terbaik melindungi jantung Anda. Jika tak puya waktu, Gerald Fletcher, M.D., seorang kardiolog dan Direktur Pencegahan Penyakit Jantung di Mayo Clinic, Jacksonville, Florida punya rahasianya; siasati dengan membagi 30 menit itu dalam tiga sesi berjalan dalam sehari.

Jalan Cepat

Agar hasilnya maksimal, lakukan jalan kaki dengan kecepatan yang dapat meningkatkan 65-85 persen dari denyut jantung maksimal. Cara mengetahuinya, kurangi usia Anda dengan angka 220, hasilnya kalikan dengan 0,65 (65 persen dari denyut maksimum), selanjutnya kurangi usia Anda dengan 220 dan kalikan hasilnya dengan 0,85 (85 persen dari denyut maksimal). Ketika mulai berjalan, denyut Anda harus tetap pada kisaran 65 dan 85 persen dari denyut maksimal. Langkah berikutnya adalah melacak denyut sambil berjalan. Berhenti sejenak di tengah-tengah Anda berjalan, cek denyut dengan menempatkan telunjuk dan jari tengah pada pembuluh nadi kepala (terdapat di samping leher rahang bawah) untuk 6 detik, dan mulai menghitung jumlahnya. Hasilnya kalikan 10. Jika angkanya jauh di bawah 65 persen dari jumlah denyut jantung, tingkatkan kecepatan langkah Anda. Jika sudah di atas 85 persen, perlambatlah langkah Anda.
Ini bisa juga dilakukan dengan cara sedarhana. Caranya, lakukan “tes bicara”. Ajaklah pasangan atau teman Anda sebagai teman bicara ketika berjalan. Jika Anda tetap dapat berbicara namun dengan nafas yang berat berarti Anda berada dalam zona hasil maksimal, tapi jika Anda terlalu terengah-engah untuk membentuk kalimat lengkap, Anda latihan terlalu keras hingga jantung Anda lemah.

Berjalanlah Kemana Anda Suka

Leslie Sansone, seorang pelatih kebugaran sekaligus pencipta rangkaian video berjalan kaki sehat di New Castle mengatakan Anda dapat memperoleh manfaat kesehatan jantung di mana pun Anda berjalan. Cobalah berjalan baik di dalam dan di luar ruangan, untuk menghindari kebosanan. Berjalan kaki diatas bukit atau jembatan, memberikan latihan terbaik untuk jantung Anda.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Cegah Serangan Jantung Dengan Sikat Gigi


Kebiasaan yang baik tentunya menghasilkan sesuatu yang baik pula. Misalnya saja jika kita rajin menyikat gigi ternyata tak hanya menghasilkan senyum yang cemerlang dan gigi yang bersih, tapi juga mencegah kita dari serangan jantung.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti terhadap sejumlah relawan menemukan fakta mereka yang malas menyikat gigi hingga menyimpan banyak bakteri dalam mulut ternyata rentan dengan resiko terkena serangan jantung. Penelitian ini juga semakin memperkuat temuan bahwa kesehatan mulut berhubungan dengan kesehatan secara keseluruhan.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Jeruk Bali Sang Penurun Kolesterol

Jeruk yang satu ini biasanya dikonsumsi dengan cara begitu saja atau jadi teman setia campuran bumbu rujak. Jeruk Bali punya banyak nutrisi dan manfaat bagi kesehatan pembuluh darah, kulit, lambung, termasuk sebagai penurun kolesterol. Ini karena jeruk Bali memiliki pigmen utama yang berwarna merah bernama likopen.

Kandungan likopen dalam jeruk Bali cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging buah. Likopen dapat bersinergi dengan betakaroten (provitamin A) sehingga dapat berperan sebagai antioksidan yang tangguh sehingga mampu melawan radikal bebas akibat polusi dan radiasi sinar ultraviolet (UV). Likopen juga mempunyai kemampuan untuk mencegah oksidasi LDL (low density lipoprotein atau kolesterol jahat). Pengaruh likopen dalam mencegah oksidasi LDL juga lebih baik daripada betakaroten yang terdapat pada bahan pangan yang berwarna jingga.

Menurut penelitian Furhman dan kawan-kawan pada tahun 1997, konsumsi likopen sebanyak 3 mikromol per liter dapat mencegah oksidasi LDL hingga 65%, sedangkan betakaroten hanya mampu mencegah oksidasi LDL sebanyak 37%. Jadi, konsumsi likopen dapat diandalkan untuk mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah, sehingga mampu mengurangi risiko terjadinya stroke maupun serangan jantung.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Makanan dan Minuman Sehat Untuk Jantung

Untuk tetap sehat tentunya harus memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Berikut adalah tips singkat memilih makanan dan minuman yang tepat agar jantung Anda tetap sehat.

Makanan
Usahakan mengonsumsi berbagai jenis makanan, termasuk sayur-sayuran, gandum, daging rendah lemak, ikan, buah-buahan, minyak sayuran, kacang-kacangan, serta sedikit mengonsumsi lemak.

Baca Artikel Lengkapnya Disini

Saturday, August 15, 2009

(Kelainan Jantung Bawaan) Patent Ductus Arteriosus


Patent Ductus Arteriosus (PDA) adalah suatu kelainan pada jantung yang dapat ditemukan beberapa saat setelah bayi lahir biasanya dapat dikenali setelah bayi berumur satu minggu sampai satu bulan.

Apakah sebenarnya PDA itu? Semua bayi yang dilahirkan mempunyai hubungan atau saluran antara Aorta dan Arteri Pulmonalis. Pada saat bayi masih dalam kandungan darah tidak perlu masuk ke dalam sirkulasi paru karna oksigen yang diperlukan berasal dari plasenta. Kejadian ini normal dan saluran ini yang dikenal dengan Ductus Arteriosus. Setelah lahir plasenta sudah tidak mempunyai fungsi lagi setelah tali pusat dipotong, saat bayi bernafas pertama kali pembuluh darah yang berada di paru akan terbuka dan darah akan mulai memasuki sirkulasi paru untuk mengambil oksigen. Pada keadaan normal Ductus Ateriosus akan menutup dengan sendirinya dalam beberapa hari sampai beberapa minggu setelah bayi lahir, biasanya dalam 72 jam. Pada beberapa bayi ductus ini akan tetap tebuka (patent) sehingga menimbulkan masalah. Saluran tang tetap terbuka antara aorta dan arteri pulmonalis ini akan meyebabkan darah yang sudah kaya dengan oksigen akan mengalir masuk kembali ke dalam paru.

Pada beberapa kasus penyebab terjadinya PDA ini tidak dapat diketahui tetapi biasanya PDA ini sering ditemukan pada bayi yang lahir prematur dan pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang mempunyai riwayat terinfeksi oleh rubella pada trimester pertama kehamilan. Angka kejadiannya mencapai 10 % dari seluruh kelainan jantung bawaan yang ada.

Sebenarnya PDA sendiri dapat dibedakan berdasarkan besarnya saluran (Ductus Arteriousus) itu sendiri. Apabila saluran itu kecil, biasanya seorang anak tidak menunjukkan gejala. Dokter biasa mengetahui hal tersebut dengan mendengarkan bunyi jantung pada saat anak tersebut masih dirawat di rumah sakit, atau ketika mereka datang untuk kontrol dan imunisasi. Seringkali kelainan bunyi jantung tersebut tidak dapat dideteksi pada awal kelahiran, dan baru dapat di dengar pada minggu kedua. Apabila ductus arteriosus tersebut besar, maka anak dapat menunjukkan gejala seperti mudah berkeringat, tidak kuat menyusu (hanya sedikit-sedikit dan kemudian meminta lagi), serta nampak tersenggal-senggal ketika selesai menyusui. Bila dibiarkan dan tidak diatasi, maka anak akan mengalami gagal tumbuh kembang dan sering sekali menderita infeksi saluran napas.

Pada PDA yang kecil, meskipun anak tidak menunjukkan gejala klinis, namun tetap dianjurkan untuk melakukan penutupan ductus arteriosus tersebut. Hal ini penting untuk mencegah terinfeksinya jantung (endocarditis) sebagai akibat kelainan dari sistem kardiovaskular. Walau pada umumnya bayi yang mengalami PDA adalah prematur, bukan berarti bayi yang lahir cukup bulan terlepas sepenuhnya dari kondisi ini. Perbedaan yang cukup menonjol dalam penanganan PDA sangat terkait pada kondisi ini. Apabila pasien prematur berhasil terdiagnosa sebagai PDA, biasanya akan dicoba terlebih dahulu untuk memberikan suatu obat yang dapat menutup saluran tersebut. Walau tidak 100 % berhasil, namun angka keberhasilannya cukup baik dan seringkali dicoba oleh para dokter sebelum memutuskan untuk melakukan operasi. Pada PDA yang sedang atau besar, penutupan ductus arteriosus penting untuk mencegah terjadinya gagal jantung untuk itu diperlukan tindakan operasi. Pada saat ini teknik operasi untuk menutup PDA ini sangat berkembang dengan pesat diantaranya:

* Teknik Ligasi dengan melakukan posterolateral thoracotomy
* Ligasi PDA dengan Video-assisted thoracoscopic surgery (VATS) yang lebih minimal invasif
* Penutupan saluran melalui teknik katerisasi (tanpa operasi)

Teknik mana yang akan digunakan tentunya ditentukan setelah dokter mengevaluasi dengan mempertimbangkan kondisi pasien.

Baca Artikel Lengkapnya Disini